Pages

Labels

Jumat, 03 Oktober 2014

Otobiografi Ryan Nuary

Hello there ! 
Kali ini saya dapet tugas buat nulis Otobiografi sama Dosen Softskill nih, ya walaupun sebenernya saya rasa belum saat yang tepat buat nulis ini, tapi saya coba deh semampu saya untuk memberitahukan kepada kalian riwayat hidup saya sampai saat ini. tapi, yang menurut saya perlu aja ya buat di publikasikan hehe..

Buat pemanasan, saya jelasin dulu yah secara singkat perbedaan antara Biografi dan Otobiografi.
  • Biografi adalah tulisan tentang kisah lika-liku perjalanan hidup seseorang tokoh, namun ditulis oleh orang lain yang mengetahui kisah hidup tokoh tersebut atau karena tokoh tersebut menceritakan kisah hidupnya langsung kepada penulis.
  • Otobiografi adalah tulisan tentang kisah perjalanan hidup seorang tokoh yang ditulis langsung oleh tokoh yang bersangkutan, tanpa ada pihak ketiga.
Oke langsung aja, Nama lengkap saya Muhamad Ryan Nuary Firdaus. Kelahiran Jakarta,5 Januari 1995, anak pertama dari 2 bersaudara. Adik saya kelahiran Jakarta, 27 Maret 1998. Saya memang lahir di Jakarta tetapi lebih Sudah tinggal di Bekasi sejak umur 3 Tahun. Jadi, bingung juga ya kalo saya disebut orang Betawi hehe.. Saat umur saya 6 Tahun Saya sempat pindah ke daerah Citeureup, Bogor, saya hanya 2 tahun disana sampai lulus Taman kanak-kanak.

Tahun berikutnya saya kembali ke Bekasi, tepatnya saya tinggal di Perumahan Graha Asri Residence, Cikarang Barat, dan alhamdulillah sampai saat ini masih tinggal ditempat yang sama. Umur 7 tahun saya masuk sekolah Dasar SDN Ciledug 02, sekitar 7km dari rumah, lumayan jauh ya haha maklum lah di desa gitu sekolahannya. Alhamdulillah pendidikan saya selama di Sekolah Dasar cukup baik, selalu berada di 3 besar peringkat kelas, dan mungkin saya salah satu anak paling bahagia pada saat itu.Selain itu, saya juga sering menjadi KM (Ketua Murid) haha itu hal yang paling dihindari sama anak anak yang lain kayaknya, tapi asik sih menurut saya. Saat Upacara Bendera hari Senin pasti jadi Pemimpin Upacara, sampai pada lomba Upacara Bendera tingkat Kabupaten pasti saya ikut, haha seneng deh kalo inget inget masa itu lagi. Pada masa itu juga pertama kalinya saya punya cita-cita yang mantap ingin saya raih, Saya ingin jadi atlet olahraga, entah apapun jenisnya. Akhirnya ayah saya mengajak ke salah 1 Gor Bulutangkis di daerah Kota Legenda Bekasi, nama nya PB. TOMIRO. Dari situlah saya mulai jatuh cinta terhadap Olahraga Bulutangkis dan memutuskan untuk menjadi pemain Bulutangkis cilik. Menjadi bagian dari PB. Tomiro adalah hal yang menyenangkan, saya bisa keliling daerah untuk bermain Bulutangkis yang memang apa yang saya cita-citakan. Tournament dengan skala PB se-kota sampai nasional telah saya ikuti, dan itu sangatlah menyenangkan. Sayangnya tidak satupun kejuaraan yang pernah saya menangi huffft.

Selanjutnya saya masuk Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Setu, tempatnya persis disebelah Sekolah Dasar saya. Saat SMP sebenarnya saya kurang menikmati masa masa itu, karena ya seperti yang kalian tahu masa SMP adalah masa pubertas, saya merasakan pertama kali jatuh cinta, tetapi itu sangat menyakitkan dan saya harus mengubur rasa itu dalam dalam. Mayoritas setiap orang memiliki kenangan cinta pertama yang indah, tetapi tidak untuk saya uhuk... . Saat masa SMP juga saya menjadi orang yang lebih pendiam karena begitu banyak murid dalam 1 angkatan, jumlahnya kurang lebih 600 orang yang terbagi dalam 11 kelas. Hal itu membuat saya sulit untuk mengembangkan diri. Karir Bulutangkis saya juga terhenti di kelas 2 SMP, dikarenakan passion dalam diri saya yang berkurang dalam menjalani aktifitas sehari hari. Pokoknya kelam deh masa masa itu.

Lulus SMP saya melanjutkan ke Sekolah Mengah Kejuruan SMK al-muslim. Kali ini tempatnya sangat berlawanan dengan SD dan SMP saya, SMK saya ada di daerah Tambun, ya bisa dibilang sudah pinggiran kota jadi saya lebih menikmati suasana baru ini. Suasana Sekolah yang nyaman karena konsep sekolah ini yaitu Go Green dan menyatu dengan alam, tidak lupa ini juga sekolah islam, jadi saya merasa kan passion saya telah kembali unutk melakukan segala sesuatu didunia baru saya. Saya mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan dan saya juga sangat mencintai dunia komputer, jadi cita cita saya selanjutnya adalah menjadi teknisi komputer. Disini siswa nya tidak terlalu banyak, hanya ada 3 kelas 1 angkatan dan muridnya pun hanya 30 orang perkelas, jadi saya bebas berekspresi saat sekolah disini. Saya bertemu teman teman yang luar biasa kompak dan selalu memberikan support satu sama lain. Oiya saya juga bertemu beberapa wanita spesial loh :) yaaa namanya juga anak ABG hehe... . Rapor pendidikan saya selama SMK juga lumayan bagus dan selalu berada di 5 besar. Puncaknya adalah pada saat Wisuda kelulusan dimana pada saat pengumuman saya menjadi siswa dengan nilai kelulusan terbaik untuk jurusan TKJ angkatan 2013. Saya sangat gembira pada saat itu dimana saya dapat membangaakan kedua orang tua saya didepan banyak orang, saya juga melihat raut wajah kegembiraan mereka pada saat itu. Salah satu moment terindah dalam hidup saya.

Lulus SMK sebetulnya saya ingin masuk perguruan tinggi negeri, tetapi apa daya karena memang siswa lulusan SMK sulit untuk masuk perguruan tinggi negeri. Saya mengikuti 2 program masuk PTN yaitu SNMPTN dan SBMPTN, keduanya pun gagal dan membuat harapan saya hancur. Namun, secercah harapan datang saat sebuah Perusahaan Jepang tempat saya PKL tertarik untuk merekrut saya karena kualitas yang ada pada diri saya. Predikat saya sebagai lulusan terbaik pun sangat membantu saya untuk dapat bekerja di perusahaan tersebut, PT. Panasonic Gobel Energi Indonesia. Akhirnya saya memutuskan unutk bekerja terlebih dahulu sambil mencari cari universitas swasta yang berkualitas di daerah Bekasi. Saya ditempatkan di bagian IT Maintenance dimana bagian tersebut sangat sejalan dengan jurusan saya di SMK, saya pun sangat menikmati pekerjaan saya saat ini karena menurut saya It's My Passion. Mendengar saran dari para atasan dan rekan kerja saya untuk segera melanjutkan penidikan, saya segera berselancar di internet dan mencari informasi dari beberapa orang tentang Universitas yang berkualitas di daerah Bekasi. Akhirnya saya pilih Universitas Gunadarma karena Universitas ini memang sudah terbukti kualitasnya secara Nasional bahkan untuk beberapa jurusan mungkin sudah Internasional. Saya masuk Jurusan Sistem Informasi untuk kelas malam karena jadwal saya pagi sampai untuk bekerja.  Meskipun jurusan yang saya ambil sedikit melenceng dari pekerjaan saya karenan sistem informasi lebih Menekankan kepada Suatu Program bukan kepada Hardware, tetapi saya mencoba untuk berusaha sebaik mungkin untuk menjalani kuliah saya ini. Saya percaya Sesuatub yang dilakukan secara sungguh sungguh itu pasti membuahkan hasil yang Positif. Menjadi seorang Programmer juga bukan hal yang buruk, bahkan suatu yang dapat dibanggakan dan sangat dibutuhkan pada zaman yang akan datang.

Jadi saat ini saya sedang fokus untuk menjalani pekerjaan dan kuliah saya, semoga keduanya dapat berjalan dengan lancar dan dimudahkan oleh Allah SWT. Amin. Terimakasih telah berkunjung dan mau membaca Otobiografi saya. Terakhir dari saya "Percaya akan potensi dalam diri kamu dan jangan lah malas atau takut untuk belajar dalam melatih semua potensi tersebut. Jalani Hidup dengan Passion dirimu".

Thankyou ! See You . . .

Nama : Muhamad Ryan Nuary Firdaus
Kelas : 2KA39
NPM : 15113775

Rabu, 30 April 2014

Cinta Dalam Hati dan Pikiran Saya



DEFINISI

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Bisa dialami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Perkataan sentiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam pengertian abad ke-21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut:

  • Perasaan terhadap keluarga
  • Perasaan terhadap teman-teman, atau philia
  • Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara
  • Perasaan yang hanya merupakan kemauan, keinginan hawa nafsu, atau cinta eros
  • Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
  • Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
  • Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
  • Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
  • Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme

CINTA MENURUT SAYA

            Cinta itu tidak bisa dilihat tetapi sangat indah untuk dirasakan oleh setiap orang. Seseorang dapat merasakan cinta terhadap apapun hal yang menarik perhatiannya. Cinta memang suatu perasaan yang positif, tetapi terkadang dapat menimbulkan suatu hal yang negative apabila kita kehilangan dan tidak dapat memilikinya dan tidak dapat mengontrol diri dalam menghadapi situasi tersebut. Cinta merupakan suatu perasaan yang sangat luar biasa apabila kita merasakannya, membuat kita lupa akan kenyataan, berkhayal akan sesuatu yang indah, dan bertingkah bodoh dalam suatu hal yang kita lakukan. Cinta adalah anugerah yang Maha Kuasa dan kita patut untuk mensyukurinya. Cinta yang paling penting adalah untuk Tuhan dan Agama kita, Selanjutnya untuk keluarga dan orang-orang terdekat kita, belahan jiwa kita, dan kepada seluruh yang kita miliki. Cinta patut untuk kita jaga sampai akhir hayat kita, karena itu membuat kita menjadi lebih baik hari demi hari yang kita jalani :).

Rabu, 16 April 2014

Musik Memanggil

Nada dan irama
Terlantun emosi dalam jiwa
Curahkan segala dalam dada
Tuangkan kreativfitas tanpa muka

                                Siapa tak suka musik
                                Alunan lagu nak asik      
                                Genre beat modern hingga klasik
                                Kadang terlepas kontrol mimik

Wooo… ooo… ooo…

Suka duka kita curahkan lewat lagu
tak peduli kapan datangnya waktu
musik mencerminkan jati dirimu
selalu mengalir sampai akhir hayatmu

                                tak perlu takut untuk berkarya
                                musik dapat memberikan segalanya
                                hanya perlu melihat peluang yang ada
                                musik bernyawa untuk semua 

Rabu, 09 April 2014

Pengaruh Budaya Nusantara Terhadap Sastra



Budaya dan Bahasa
Ketika berbicara mengenai budaya, kita harus mau membuka pikiran untuk menerima banyak hal baru. Budaya bersifat kompleks, luas, dan abstrak. Budaya tidak terbatas pada seni yang sering kali dilihat dalam gedung kesenian atau tempat bersejarah, seperti museum. Tetapi, budaya merupakan suatu pola hidup menyeluruh. Budaya memunyai banyak aspek yang turut menentukan perilaku komunikatif. Beberapa orang bisa mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain. Hal ini dikarenakan budaya memunyai keistimewaannya sendiri. Budaya masyarakat satu berbeda dengan budaya masyarakat yang lainnya, sehingga seseorang harus bisa menyesuaikan perbedaan-perbedaannya. Kebudayaan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Ada banyak unsur yang membentuk budaya, termasuk bahasa, adat istiadat, sistem agama dan politik, perkakas, pakaian, dan karya seni. Bahasa merupakan perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi, baik melalui tulisan, lisan, ataupun gerakan. Sebagai perwujudan budaya, bahasa dapat berperan dalam dua hal:
  1. Sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, mengadakan integrasi, dan adaptasi sosial.
  2. Sebagai alat untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pengaruh Budaya Terhadap Sastra
Bahasa tidak hanya memunyai hubungan dengan budaya, tetapi juga sastra. Bahasa memunyai peranan yang penting dalam sastra karena bahasa punya andil besar dalam mewujudkan ide/keinginan penulisnya. Banyak hal yang bisa tertuang dalam sebuah sastra, baik itu puisi, novel, roman, bahkan drama. Setiap penulis karya sastra hidup dalam zaman yang berbeda, dan perbedaan zaman inilah yang turut ambil bagian dalam menentukan warna karya sastra mereka. Oleh karena itu, ada beberapa periode dalam penulisan karya sastra, seperti Balai Pustaka, Pujangga Baru, Angkatan 45, Angkatan 66, dan sebagainya. Setiap periode "mengangkat" latar belakang yang berbeda-beda sesuai zaman dan budaya saat itu.
Sebagai contoh, kesusastraan Indonesia. Kesusastraan Indonesia menjadi potret sosial budaya masyarakat Indonesia. Tidak jarang, kesusastraan Indonesia mencerminkan perjalanan sejarah Indonesia, "kegelisahan" kultural, dan manifestasi pemikiran Bangsa Indonesia. Misalnya, kesusatraan zaman Balai Pustaka (1920 -- 1933). Karya-karya sastra pada zaman itu menunjukkan problem kultural ketika Bangsa Indonesia dihadapkan pada budaya Barat. Karya sastra tersebut memunculkan tokoh-tokoh (fiksi) yang mewakili golongan tua (tradisional) dan golongan muda (modern). Selain itu, ada budaya "lama", seperti masalah adat perkawinan dan kedudukan perempuan yang mendominasi novel Indonesia pada zaman Balai Pustaka. Sekarang ini, novel Indonesia cenderung menyajikan konflik cinta, sains, kekeluargaan, dll..
Bagaimana pendapat Anda mengenai puisi zaman sekarang? Tentu saja ada perbedaan yang sangat kentara, baik dalam topik yang "diangkat" maupun bahasa yang digunakan. Sebagai contoh, kumpulan puisi Mbeling karya Remy Sylado, tahun 2005. Sebagian besar puisi Mbeling yang ia tulis mengangkat kehidupan politik pada saat itu, seperti korupsi, koruptor, individualisme, dll.. Secara penulisan, beberapa puisi karya Remy Sylado hanya terdiri 1 -- 2 kata saja dan disusun dengan tipografi yang unik. Misal, puisi berjudul "Individualisme dalam Kolektivisme". Puisi ini hanya terdiri dari kata "kita" dan "aku". Kedua kata ini disusun dengan pola membentuk persegi panjang, dengan kata "AKU" (kapital) pada titik diagonalnya. Jika dibandingkan dengan puisi pada zaman Muhammad Yamin, tentu mengalami perbedaan. Meskipun mengangkat tema yang sama, misalnya politik, tetapi konten penyajian puisi sangatlah berbeda. Puisi Muhammad Yamin lebih mengangkat sisi perumusan konsep kebangsaan, meskipun saat itu masih dalam lingkup Sumatera. Jelas sangat berbeda dengan puisi Remy Sylado, yang lebih condong menyajikan sisi kehidupan politik sebuah bangsa berkembang dengan kondisi pemerintahan yang kurang baik.
Perbedaan karya sastra setiap periode bukanlah semata-mata karena ide/gagasan dari penulisnya. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kondisi sosial, politik, dan budaya yang terjadi pada saat itu. Bahkan, jika kita mau merunut karya sastra dari awal sampai sekarang, dan meneliti lebih dalam mengenai latar belakang ideologi saat itu, kita bisa mendapati bagaimana proses perjalanan Bangsa Indonesia. Meskipun karya sastra di Indonesia bisa dibilang hampir pada posisi "tengah" -- tidak terlalu menonjol dan tidak terpuruk, namun perlu disadari bahwa budaya barat sedikit demi sedikit, dari waktu ke waktu, turut memengaruhi karya sastra Indonesia.
Pernahkah Anda mendengar karya sastra Indonesia modern? Gaya sastra asing (barat) dan pengaruh bentuk menjadi patokan untuk menyebut sastra Indonesia yang modern. Pada kenyataannya, ketika pengarang hidup dalam budayanya, ia mencoba untuk menerima tradisi estetis (gaya barat) dengan budayanya. Penerimaan tradisi estetis tersebut dituangkan dalam karyanya, dijadikan latar/setting pada tulisannya, sekadar memberi warna dalam proses kreatif yang ia lakukan. Akibatnya, sastra lama hanya akan menjadi sebuah artefak. Para peneliti sastra pun menjadi asing dengan tradisi yang dimiliki oleh sejarah panjang sastra di Indonesia, melalui karya-karya sastra yang ada.
Budaya dan sastra memunyai ketergantungan satu sama lain. Sastra sangat dipengaruhi oleh budaya, sehingga segala hal yang terdapat dalam kebudayaan akan tercermin di dalam sastra. Masinambouw mengatakan bahwa sastra (bahasa) dan kebudayaan merupakan dua sistem yang melekat pada manusia. Jika kebudayaan adalah sistem yang mengatur interaksi manusia di dalam masyarakat, bahasa (sastra) adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai sarana berlangsungnya suatu interaksi.


Kesimpulan :
Sastra hubungannya sangat erat dengan budaya, bahkan mungkin tidak dapat dipisahkan. Suatu sastra yang diciptakan oleh seseorang atau sekelompok orang pasti ada hubungannya dengan budaya, baik itu dari segi bahasa, tema cerita, latar belakang, alur dan tempat, dll.  Suatu sastra akan mempunyai nilai lebih bila diangkat dari suatu budaya yang unik dan mempunyai nilai lebih pula. Bersyukurlah Indonesia yang mempunyai budaya yang begitu kental dan sangat beragam, sehingga sastrawan Indonesia begitu sangat kreatif dalam menciptakan karyanya. Saying antusiasme warga Indonesia kurang menerima karya mereka dan strategi promosi yang kurang brilian menyebabkan hasil karya sastra dari Indonesia kurang begitu dikenal di kancah internasional.
Sumber bacaan:
  1. Muhyidin, Asep, M.Pd.. "Artikel-Artikel Tentang Sastra Indonesia". Dalam http://sihombing92.blogspot.com/2012/05/artikel-sastra-indonesia.html
  2. Sihombing, Bobby. "Artikel Sastra Indonesia". Dalam http://sihombing92.blogspot.com/2012/05/artikel-sastra-indonesia.html 
  3. ________________. "Hubungan Budaya dan Sastra". Dalam http://nindy91.wordpress.com/2010/10/28/hubungan-budaya-dan-sastra/

Kamis, 27 Maret 2014

Manusia sebagai Makhluk Sosial dan Budaya

1.1  Pengertian Manusia

Di antara makhluk ciptaan Tuhan  yang lain manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Manusia disebut sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna karena manusia mempunyai akal budi yang diberikan oleh Tuhan agar mampu membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar, juga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi pemimpin di muka bumi ini. Manusia berasal dari bahasa sansekerta kata “manu” dan bahasa Latin “mens” yang berarti berakal budi atau berpikir. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Manusia dapat diartikan dari berbagai segi, jika dalam segi biologis manusia diartikan sebagai Homo Sapiens yang berarti manusia yang tahu, spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak kemampuan tinggi. Dalam segi kerohanian ini menggunakan konsep jiwa yang dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup. Makhluk yang memiliki tenga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Penggolongan manusia yang paling utama berdasarkan dari jenis kelamin. Jenis kelamin tersebut adalah Laki-laki atau perempuan. Sebutan untuk anak muda laki-laki adalah putra, jika sebutan untuk manusia dewasa laki-laki adalah pria. Sebaliknya, sebutan untuk anak muda perempuan adalah putra dan sebutan untuk manusia dewasa perempuan adalah wanita.

Manusia yang sering kita kenal juga sebagai mahluk sosial yaitu dimana manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan hidup berdampingan antara individu satu dengan individu yang lain dan juga merupakan mahluk yang berbudaya karena manusia memiliki ragam macam budaya itu sendiri. Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di dunia ini. Selain memiliki ragam macam budaya manusia sebagai mahluk berbudaya di kenal juga karena sifatnya yang mencerminkan mahluk yang berbudaya. Manusia sebagai makhluk yang berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil, maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya.

Manusia sebagai mahluk yang berbudaya dikenal sebagai manusia yang cinta akan budaya dan tidak lepas dari budaya itu sendiri dari kehidupan sehari-hari. Dia akan terus melestarikan budaya itu sebagai bagian dari kehidupannya karena dengan budaya kita dapat mempererat tali persaudaraan di antara manusia dan saling mengenal satu sama lain serta saling menjaga kelestarian budaya itu sendiri.


1.2  Pengertian Budaya

Kata budaya merupakan bentuk majemuk kata budi-daya yang berarti cipta, karsa, dan rasa. Sebenarnya kata budaya hanya dipakai sebagai singkatan kata kebudayaan, yang berasal dari Bahasa Sangsekerta budhayah yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Budaya atau kebudayaan dalam Bahasa Belanda di istilahkan dengan kata culturur. Dalam bahasa Inggris culture. Sedangkan dalam bahasa Latin dari kata colera. Colera berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah (bertani). Kebudayaan Berasal Dari Kata Sansekerta “BUDDHAYAH “ yang merupakan bentuk jamak dari  kata “BUDDHI” yang berarti  budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budhi atau akal Culture, merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan, berasal dari kata latin “colere” yang berarti mengolah atau mengerjakan (Mengolah tanah atau bertani). Dari asal arti tersebut yaitu “colere” kemudian “culture” diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan merubah alam.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Menurut R. Linton “kebudayaan adalah konfigurasi dari tingkah laku dan hasil laku, yang unsur-unsur pembentukannya didukung serta diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu”. Menurut Prof Dr. Koentjaraningrat: “Kebudayaan adalah keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar”. Menurut E.B. Taylor berpendapat bahwa budaya adalah Suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat. Dari pendapat-pendapat diatas tampak jelas yang menghubungkan antara pendidikan dan kebudayaan. Dimana budaya lahir melalui proses belajar yang merupakan kegiatan inti dalam dunia pendidikan.
Di atas telah  dijelaskan bahwa kebudayaan  merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia untuk memenuhikehidupannya dengan cara belajar, yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Dan dapat dirinci bahwa kebudayaan adalah  segala sesuatu yang dilakukan dan dihasilkan manusia. Karena itu kebudayaan meliputi material (bersifat jasmaniah), yang meliputi benda benda ciptaan manusia.Lalu ada kebudayaan  non material (bersifat rohaniah), yaitu semua hal yang tidak dapat dilihat dan diraba, misalnya religi (walau tidak semua religi ciptaan manusia). Kebudayaan itu tidak diwariskan secara generatif (biologis), melainkan hanya mungkin diperoleh dengan cara belajar. Kebudayaan  itu diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.Tanpa masyarakat akan sulit bagi manusia untuk membentuk kebudayaan. Sebaliknya tanpa kebudayaan tidak mungkin manusia baik secara individual maupun masyarakat, dapat mempertahankankehidupannya
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa dan arsitektur merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Seperti menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga yaitu gagasan, aktivitas, dan artefak.
1.      Gagasan atau wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak, tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat.
2.      Aktivitas (tindakan) adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
3.      Artefak (karya) adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam wujud Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat. Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

1.3 Contoh Manusia sebagai makhluk yang berbudaya
Di Indonesia sendiri banyak sekali contoh-contoh manusia sebagai makhluk yang berbudaya yang mulai luntur seperti budaya gotong royong. Dalam pengertian manusia diatas kita telah membahas bahwa manusia adalah mahluk sosial yaitu dimana manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan hidup berdampingan antara individu satu dengan individu yang lain. Gotong royong di Indonesia sendiri merupakan suatu istilah yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil atau tujuan yang sudah direncanakan. Sikap gotong royong adalah bekerja bersama-sama dalam menyelesaikan pekerjaan dan secara bersama-sama menikmati hasil pekerjaan tersebut secara adil, atau suatu usaha atau pekerjaan yang dilakukan tanpa pamrih dan secara suka rela oleh semua warga menurut batas kemampuannya masing-masing. Pekerjaan jika dilakukan dengan cara gotong royong akan lebih mudah dan ringan. Pada dasarnya manusia itu tergantung pada manusia lainnya, dan bahwa manusia tidak hidup sendiri melainkan hidup bersama dengan orang lain atau lingkungan sosial. Sifat gotong royong dan kekeluargaan didaerah pedesaan lebih menonjol dalam pola kehidupan mereka, seperti memperbaiki dan membersihkan jalan, masyarakat desa adalah masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama. Adat istiadat adalah sesuatu aturan yang sudah mantap dan mencakup segala konsepsi sistem budaya yang mengatur tindakan atau perbuatan manusia dalam kehidupan sosial hidup bersama, bekerja sama dan berhubungan erat secara tahan lama, dengan sifat-sifat yang hampir seragam. Satu fenomena yang ditampakkan oleh masayarakat desa, baik secara langsung ataupun tidak langsung ketika bertemu/bergaul dengan orang kota adalah perasaan mindernya yang cukup besar. Biasanya mereka cenderung untuk diam/tidak banyak omong.  Masyarakat desa benar-benar memperhitungkan kebaikan orang lain yang pernah diterimanya sebagai “patokan” untuk membalas budi sebesar-besarnya. Balas budi ini tidak selalu dalam wujud material tetapi juga dalam bentuk penghargaan sosial. Ciri-ciri yang telah diungkapkan di atas yang seharusnya menjadi identitas mereka, di sebagian masyarakat pedesaan hal tersebut telah pudar bahkan sebagian lagi telah hilang ditelan zaman. Contoh konkrit, gotong royong. Masyarakat pedesaan tempo dulu menjadikan gotong royong sebagai sebuah kearifan lokal. Bahkan menjadi sebuah gunjingan di kalangan masyarakat jika ada seseorang yang tidak mau ikut campur dalam kegiatan tersebut. Tapi sekarang, hal ini telah dilupakan dan terkesan individualis, yang notabene hidup individualis adalah ciri masyarakat perkotaan dan perumahan.
Sedangkan diperkotaan gotong royong dapat dijumpai dalam  kegiatan  kerja bakti di lingkungan rumah, disekolah dan bahkan dikantor-kantor, misalnya pada saat memperingati hari-hari besar nasional dan keagamaan, mereka bekerja tanpa imbalan jasa, karena demi kepentingan bersama. Dari sini timbulah rasa kebersamaan, kekeluargaan, tolong menolong, sehingga dapat terbina rasa kesatuan dan persatuan nasional, di bandingkan dengan cara individualisme yang mementingkan diri sendiri maka akan memeperlambat pembangunan di suatu daerah. Kesadaran untuk memiliki rasa gotong royong haruslah diawali dari diri kita masing-masing, memiliki rasa gotong royong yang tinggi akan membangun solidaritas dan kepedulian terhadap lingkungan juga bisa menurunkan rasa individualisme maupun kelompok. Dari kesadaran untuk memiliki rasa tanggung jawab bersama akan menciptakan kerukunan antar masyarakat. Sehingga ideologi-ideologi ekstrimisme atau radikal maupun sikap liar dari masyarakat yang akhir-akhir ini bermunculan akan bisa ditanggulangi yang akan menciptakan karakter bangsa sesuai falsafat pancasila.
Nilai-nilai budaya asing mulai deras masuk dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Kehidupan perekonomian masyarakat berangsur-angsur berubah dari agraris ke industri, industri berkembang maju dan pada zaman sekarang tatanan kehidupan lebih banyak didasarkan pada pertimbangan ekonomi, sehingga bersifat materialistik.
Pembahasan nilai-nilai budaya asing yang mulai banyak masuk dan menjadi bagian di masyarakat Indonesia mempunyai dampak positif yaitu modernisasi yang terjadi di Indonesia yaitu pembangunan yang terus berkembang di Indonesia dapat merubah perekonomian indonesia dan mencapai tatanan kehidupan bermasyarakat yang adil, maju, dan makmur. Hal tersebut dihaarapkan akan mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera baik batin, jasmani dan rohani. Untuk dampak negatifnya budaya yang masuk ke Indonesia seperti cara berpakaian, etika, pergaulan dan yang lainnya sering menimbulkan berbagai masalah sosial diantaranya;  kesenjangan sosial ekonomi, kerusakan lingkungan hidup, kriminalitas, dan kenakalan remaja.


Berikut cara untuk antisipasi dampak budaya asing yaitu menyeleksi dan menyaring nilai-nilai budaya asing :
1.      Nilai-nilai budaya asing yang sesuai dengan bangsa kita dapat diserap sehingga akan  memperkaya nilai budaya bangsa kita.
2.      Mengantisipasi dampak negatifnya adalah dengan memelihara dan mengembangkan kebudayaan nasional sebagai jati diri bangsa dengan cara mengirimkan misi kebudayaan dan kesenian dari suatu daerah keluar negeri.
3.      Menayangkan dan menyiarkan kebudayaan dan kebudayaan  nasional melalui berbagai media, mengadakan seminar membahas kebudayaan daerah sebagai budaya nasional, serta pelestarian dan pewarisan dan pewarisan daerah yang dapat mendorong persatuan dan kesatuan bangsa.

Kesimpulan :
     Manusia adalah makhluk yang tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain dalam kelangsungan hidupnya. Manusia juga makhluk beragam sifat, pikiran, dan prilakunya sehingga mereka menciptakan suatu budaya yang turun menurun sebagai symbol dari keturunannya untuk hidup dalam kehidupan sosial.


Sumber :